4 Macam Istighfar dan Keutamaan Membacanya di Malam Nisfu Sya’ban

4 Macam Istighfar dan Keutamaan Membacanya di Malam Nisfu Sya’ban

Umat Islam sudah terbiasa melaksanakan berbagai amalan pada malam Nisfu Sya’ban. Amalan tersebut diantaranya membaca istighfar, shalat sunnah, membaca surat Yasin, dan membaca doa untuk mendapatkan pengampunan, rezeki yang lancar, dan ketetapan iman. Malam Nisfu Sya’ban memang dikenal sebagai malam pengampunan bagi yang meminta ampun. Karena itulah kita dianjurkan memperbanyak membaca istighfar. Dalam Kitab Madza fi Sya’ban Sayyid Muhammad menyatakan bahwa salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak bacaan istighfar adalah pada saat Nisfu Sya’ban. Ia mengatakan bahwa istighfar adalah salah satu amal terbesar dan terpenting yang harus dilakukan oleh seorang Muslim yang taat pada saat-saat yang baik, meliputi Sya’ban dan malam pertengahan bulan Sya’ban (Nisfu Sya’ban). Ini adalah salah satu sebab mempermudah rezeki, dan keutamaannya ditunjukkan oleh nash-nash kitab dan hadis-hadis Rasulullah saw. Sayyid Muhammad melanjutkan, di dalam istighfar terkandung penebusan dosa, keringanan dari kesusahan, dan pengurangan kekhawatiran. Banyaknya kekhawatiran dan terus menerusnya kesusahan disebabkan oleh dosa yang buruk dan kegigihan, sehingga obatnya haruslah mencari ampunan, serta tobat yang ikhlas dan permohonan maaf (Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas Al-Maliki, Madza fi Sya’ban, halaman 57). Dalil dan Faedah Istighfar Sayyid Muhammad kemudian mengutip beberapa dalil mengenai anjuran untuk membaca istighfar serta faedah bagi pembacanya Pertama. Mendapatkan kemudahan dan rezeki tidak terduga قال صلى الله عليه وسلم: من لزم الإستغفار، جعل الله له من كل هم فرجا ومن كل ضيق مخرجا، ورزقه من حيث لا يحتسب. رواه أبو داود، والنسائي، وابن ماجه، والحاكم Artinya: Rasulullah bersabda,” Barangsiapa yang membiasakan diri membaca istighfar, niscaya Allah akan memberinya keringanan dari setiap kekhawatiran dan jalan keluar dari setiap kesusahan, serta rezeki yang tidak terduga” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim). Kedua, Catatan amal menjadi baik. وعن الزبير رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من أحب أن تسره صحيفته، فليكثر فيها من الإستغفار. رواه البيهقي بإسناد لا بأس به Baca Juga Bacaan Doa Malam Nisfu Sya‘ban, Lengkap Arab Latin dan Artinya Artinya: Diriwayatkan dari Zubair radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda,” Siapa yang senang lembaran catatan amalnya menggembirakan, maka hendaklah ia memperbanyak istighfar” (HR Al-Baihaqi dengan sanad yang tak bermasalah). Ketiga, diampuni dosanya. وعن بلال بن يسار بن زيد رضي الله عنه قال: حدني أبي، عن جدي أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: من قال: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ القَيُّوْمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، غفر له وإن كان فرّ من الزحف. رواه أبو داود، والترمذي Artinya: Diriwayatkan dari Bilal bin Yasar bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ayahku memberitahuku, yang mana ia mendengarnya dari kakekku, bahwa dia mendengar bahwa Nabi Muhammad bersabda: “Barangsiapa mengucapkan ‘Astaghfirullah, alladzii laa ilaaha illaa huwa al-hayya al-qayyuuma wa atuubu ilaih’ (Aku mohon ampun kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Ada, dan aku bertaubat kepada-Nya), maka dia akan diampuni, meskipun dia lari dari mukanya” (HR Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi). 4 Macam Istighfar Ada ini empat macam istighfar yang bisa dibaca pada malam Nisfu Sya’ban: Pertama: أَسْتَغْفِرُ اللهَ Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah. Kedua: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Ketiga: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ القَيُّوْمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala urusan, dan aku bertobat kepadanya. Baca Juga Ini 10 Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban, Salah Satunya Malam Pengampunan Dosa Keempat, Sayyidul Istighfar: اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرِلِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, yang menciptakanku. Aku adalah hambamu. Aku memegang baiat dan janjimu semampuku. Aku memohon perlinduangan kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui anugerah kenikmatan-Mu padaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah untukku. Karena sungguh tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Semoga dengan memperbanyak bacaan istighfar di malam Nisfu Sya’ban kita akan mendapatkan ampunan dari Allah swt, dipermudah rezeki, dan keberkahan hidup

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *